Dinas Kominfo Dairi Gelar Sosialisasi Persandian
- Jun 8, 2017
- 1 min read

Suranews, Sidikalang - Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengadakan kegiatan Sosialisasi Persandian Untuk Pengamanan Informasi yang dilaksanakan selama 2 hari, yakni Selasa-Rabu (6-7 Juni 2017) di Hotel Berristera Dairi. Acara pembukaan yang dilaksanakan pada Selasa (6/6/2017) dihadiri oleh Bupati Dairi yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Naek Kamal Lumban Tobing, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dairi Anton Sihaloho, S.Sos, M.Si serta narasumber dari Lembaga Sandi Negara yakni Kasubdit Pembinaan Materiil dan Jaring Komunikasi Sandi Ronald Tumpal beserta dengan jajarannya.
Bupati Dairi dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan mengatakan teknologi komunikasi dan informasi memiliki peran penting dalam aktivitas kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan dasar dalam menunjang aspek kehidupan. Sejalan dengan berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi tersebut, Beliau mengatakan berkembang pula ancaman dan aspek negatif dari aktivitas penyalahgunaannya.
“Kebocoran data yang kerap terjadi selama ini disinyalir dipicu oleh berbagai hal yang bersifat non teknis diantaranya ketidaktahuan penggunaan teknologi, kecerobohan pemilik data serta keterbatasan edukasi masyarakat,” ujarnya. Dengan adanya sosialisasi persandian, Beliau mengharapkan akan dapat lebih memahami perlunya pengamanan informasi dan lebih mengerti tentang bagaimana cara mengamankan informasi tersebut.
Sementara itu, Ronald Tumpal dalam pemaparan materinya mengatakan suatu informasi sangat perlu diamankan karena informasi adalah asset strategis bagi setiap individu, organisasi bahkan Negara. Sedangkan dalam kemudahan/keterbukaan informasi menyisakan adanyan ancaman dan kerawanan, yakni ancaman dari pihak dalam ataupun dari diri sendiri seperti kelemahan administrasi serta ancaman dari pihak luar, yakni ancaman langsung dan tidak langsung. “Ancaman tersebut terjadi karena faktor manusia dimana 90% faktor manusia dan proses menjadi rantai terlemah dalam sebuah jaringan kemanan dan 10% faktor teknologi sehingga pembinaan harus dilakukan secara terus menerus,” paparnya.






Comments