Sosialisasi Informasi Layak Anak di Kabupaten Dairi
- Sep 28, 2017
- 2 min read

Suranews, Sidikalang - Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan sosialisasi informasi layak anak pada Kamis (28/9/2017) yang dilaksanakan di Aula Hotel Dairi. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH, Asisten Deputi Hak Sipil Informasi dan Partisipasi Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Drs. Dermawan, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Fatimah Boang Manalu, S.Pd serta para Pimpinan OPD Kabupaten Dairi dan juga para Tokoh Masyarakat maupun Tokoh Agama.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dairi mengatakan kedudukan dan hak anak sebagai hal yang sangat penting sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan tentang Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak bahwa setiap anak berhak untuk menyatakan dan di dengar pendapatnya, menerima dan mencari serta memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatuhan.
Dalam menyampaikan informasi, Beliau mengatakan perlu diperhatikan beberapa kriteria diantaranya adalah informasi yang bebas dari pelanggaran hak anak dan tidak mengandung makna ancaman, prnografi dan lain-lain; informasi yang dapat meningkatkan kemampuan anak untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Pada kesempatan tersebut, Beliau menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia karena telah memberikan perhatian tentang informasi layak anak di Kabupaten Dairi. “Semoga dengan adanya informasi layak anak ini, keberadaan anak di Kabupaten Dairi dapat terpenuhi dengan baik,” pungkas Beliau.
Sementara itu, Asisten Deputi Hak Sipil Informasi dan Partisipasi Anak dalam sambutannya mengatakan saat ini banyak anak-anak yang mendapatkan informasi itu tidak difilter terlebih dahulu sehingga pola hidup sosialisasinya menjadi kurang lebih efektif ditengah-tengah lingkungannya. Oleh karena itu, dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan nantinya akan muncul suatu wadah sebagai sarana agar bagaimana anak-anak tersebut dapat memperoleh informasi yang layak diterima dan juga mendapatkan informasi tersebut secara gratis tentunya.






Comments