top of page

Pemkab Dairi Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017

  • Oct 30, 2017
  • 2 min read

Suranews, Sidikalang - Pemerintah Kabupaten Dairi memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017 pada Senin (30/10/2017) di Depan Kantor Bupati Dairi. Bupati Dairi KRA. Johnny Sitohang Adinegoro, S.Sos bertindak sebagai Pembina Upacara yang dihadiri oleh Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Dairi, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Sebastianus Tinambunan, SH, M.Pd, Asisten dan Staf Ahli Bupati Dairi, Pimpinan OPD dan Camat se-Kabupaten Dairi, Tim Penggerak PKK Dairi, Bhayangkari Polres Dairi, Persit KCK Kodim 0206 Dairi serta para pelajar Kecamatan Sidikalang.

Dalam amanatnya, Bupati Dairi membacakan Pidato Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Imam Nahrawi yang mengemukakan bahwa kita patut bersyukur atas sumbangsih para Pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda, maka sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. “Bandingkan dengan era sekarang, har ini sarana transportasi umum sangat mudah. Untuk menjangkau ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja. Untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok-pelosok negeri ini, cukup dengan menggunakan alat komunikasi tidak perlu menunggu datangnya pos sehingga berbulan-bulan lamanya. Interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam kapanpun dan dimanapun,” kata Menpora.

Dikatakan Menpora, bahwa dalam sebuah kesempatan Presiden RI yang pertama Bung Karno pernah menyampaikan “Jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air tapi ini bukan tujuan akhir. Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generasi muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita diaman Ego ini yang kadangkala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa.

“Kita harus berani mengatakan bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, keberanian apalagi golongan. Mari kita cukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928 dan juga kepada Bung Karno karena masih berkutat di soal-soal ini. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Menpora.

 
 
 

Comments


Dairi Regency, North Sumatra, Indonesia

©2017 BY SURANEWS. PROUDLY CREATED WITH WIX.COM

bottom of page